11/2/2022

Ini Bahaya Penyakit Ambeien Berdasarkan Stadium Keparahan

Bahaya penyakit ambeien harus Anda waspadai sejak muncul gejala awal, seperti BAB berdarah dan sembelit. Pasalnya, ambeien yang tidak segera ditangani bisa memicu gangguan kesehatan lain. Mulai dari anemia, pendarahan, matinya jaringan sekitar anus, sampai kanker.

Bahaya Penyakit Ambeien Luar

Ambeien luar menyerang bagian bawah kulit area pelepasan. Meski tidak berbahaya, ambeien eksternal menimbulkan efek perih dan gatal. Hal itu karena banyak saraf di dekat lubang anus yang terasa sakit saat ada tekanan.

Tekanan tersebut terjadi ketika buang air besar. Dalam kondisi ini, wasir ikut terdorong keluar bersama tinja sehingga menyebabkan penggumpalan. Akibatnya, warna ambeien menjadi biru keunguan dan pembuluh darah membengkak.

Selain membengkak, pembuluh darah rentan terluka serta mengeluarkan darah merah. Jika dibiarkan, hal itu bisa memicu peradangan di area anus.

Bahaya Ambeien Berdasarkan Stadium

Sekitar 54 persen orang dari berbagai negara dinyatakan mengidap ambeien. Sebagian besar pengidap ambeien tersebut menemui dokter ketika memasuki stadium lanjut. Padahal, setiap stadium memiliki gejala yang jelas. Berikut ulasannya.

  1. Stadium 1

Gejala sembelit dan BAB berdarah berlanjut dengan membesarnya pembuluh vena di bagian anus. Karena pembesaran vena tidak signifikan, pengidapnya belum merasakan indikasi apa pun.

Indikatornya baru terlihat saat pengidap melakukan tindakan endoskopi. Metode ini menggunakan alat endoskop, yakni selang lentur yang dimasukkan ke bagian pelepasan. Selang tersebut dihubungkan dengan kamera dan monitor supaya bisa menampilkan hasil pemeriksaan.

  1. Stadium 2

Memasuki stadium 2, pengidap ambeien bisa merasakan perubahan ukuran pembuluh vena. Selain itu, pembuluh vena dapat keluar dan masuk kembali ke anus secara spontan. Meski begitu, belum terjadi pendarahan pada anus.

Jika dibiarkan, rasa panas dan gatal di bagian anus semakin parah. Sensasinya bisa meningkat ketika buang air besar atau duduk terlalu lama.

Untuk mengurangi sensasi gatal dan panas, cobalah berendam di bak berisi air hangat setiap hari. Jangan lupa, imbangi dengan memperbanyak minum air putih. Kemudian, hindari mengejan terlalu kuat saat buang air besar.

  1. Stadium 3

Gejala ambeien stadium 3 ditandai dengan keluarnya benjolan dari anus. Namun, benjolan tersebut tidak bisa masuk secara otomatis. Anda harus menggunakan jari untuk memasukkan benjolan ke dalam pelepasan.

Indikasi lainnya, muncul rasa panas ketika buang air besar terlalu lama. Dampak paling berbahaya terjadi saat kontraksi; pembuluh vena bisa pecah dan berdarah. Untuk mengurangi efek negatif ini, pengidap sebaiknya menjalani prosedur pengangkatan benjolan.

Jika Anda tidak ingin menjalani operasi pengangkatan, ikuti tindakan medis berupa penyuntikan. Bagian yang disuntik adalah benjolan di anus. Tujuannya supaya bisa menghambat pertumbuhan pembuluh darah vena menjadi wasir.

  1. Stadium 4

Stadium 4 merupakan tahap akhir dari penyakit ambeien. Artinya, pengidap ambeien mengalami gejala kronis, seperti pendarahan, penurunan hemoglobin, dan kekurangan darah. Di samping itu, benjolan yang muncul berukuran besar sehingga sulit dimasukkan ke pelepasan.

Solusinya, benjolan tersebut harus dikecilkan untuk mengurangi dampak buruk. Salah satu caranya dengan mengurangi berat badan. Pasalnya, berat badan berlebih bisa memicu tekanan di bawah tubuh yang memicu ambeien.

Di samping itu, Anda harus mengurangi konsumsi garam selama masa penyembuhan ambeien. Hal itu karena garam dapat menahan cairan di sistem peredaran darah. Saat cairan tersebut tersumbat, pembesaran pembuluh darah vena terjadi di area anus dan sekitarnya.

  1. Ambeien Strangulata

Pemicu utama ambeien strangulata adalah penyumbatan suplai oksigen ke wasir yang mengalami prolaps rektum. Kondisi ini terjadi manakala bagian usus besar berada di luar pelepasan. Jika tidak segera ditangani, jaringan di area anus bisa mati rasa.

Bagaimana Mengobati Ambeien Stadium Lanjut?

Ambeien yang telah memasuki stadium lanjut bisa disembuhkan dengan beberapa cara, salah satunya operasi. Tindak medis ini diawali dari pembiusan lokal dan pemberian obat penenang pada pasien. Untuk metode pembiusan, bisa menggunakan bius spinal atau umum, tergantung kondisi fisik pasien.

Proses operasi dimulai dengan membedah benjolan di bagian anus menggunakan pisau, cautery pencil, atau laser. Agar pendarahan tidak berlebihan, pembuluh darah vena diikat. Kemudian, dokter mengangkat benjolan tersebut beserta bagian yang meradang.

Usai operasi ambeien, pasien tetap menjalani anestesi. Artinya, obat bius lokal masih berlangsung selama 6—12 jam. Tujuan pembiusan tersebut untuk mengurangi rasa sakit pascaoperasi.

Pasien diperbolehkan pulang ketika pengaruh obat bius habis dan kondisinya membaik. Selain itu, pasien wajib buang air kecil sebelum pulang. Jika pasien kesulitan buang air kecil, tandanya ada pembengkakan di jaringan otot pelvis.

Namun, tenang saja; hampir semua pasien ambeien mengalami sulit buang air kecil. Waktu pemulihan seperti sedia kala membutuhkan waktu sekitar 2—6 minggu. Meski begitu, beberapa pasien bisa sembuh lebih lama, bergantung pada imun tubuhnya.

Lalu, apakah hanya operasi yang dapat menyembuhkan wasir stadium lanjut?

Ternyata, tidak; seorang dokter spesialis bedah dari Rumah Sakit Wasir di Jatiasih Bekasi menyarankan metode biological electrical impedance auto measurement (BEIM). Dialah Dokter Asrul Muhadi, yang menemukan metode BEIM tanpa jahitan maupun risiko pendarahan.

Metode BEIM hanya memerlukan waktu selama 15 menit untuk mengangkat benjolan dari anus. Proses pengangkatan menggunakan alat kogulasi dan pincers dengan suhu tertentu.

Setelah benjolan diangkat, luka di permukaannya bisa langsung tertutup. Hal itu karena dokter menggunakan teknologi BEIM yang memastikan kuman tidak dapat masuk. Di samping itu, teknologi BEIM bebas risiko infeksi maupun pendarahan.

Dokter Asrul Muhadi menegaskan, inti prinsip metode BEIM ada empat, yaitu ditarik, dijepit, dikeringkan, lantas dipotong. Jika pasien merasa khawatir akan rasa sakit yang muncul akibat proses tersebut, dokter bisa memberikan anestesi lokal.

Bahaya penyakit ambeien berdasarkan stadium memiliki cara penanganan berbeda. Meski begitu, untuk membantu meringankan ambeien, Anda dapat mengonsumsi Ardium 1000 mg yang memiliki kandungan MPFF original dari Perancis.

Produk berbentuk tablet yang dikembangkan oleh Les Laboratoires Servier (LLS) Perancis tersebut juga membantu mengatasi gangguan peredaran darah di kaki. Manfaatnya sudah dibuktikan melalui penelitian, dan produk ini sudah tersedia di banyak apotek di seluruh Indonesia.

2024