10/31/2022

Penyakit Ambeien, Ini yang Harus Anda Ketahui

Penyakit ambeien atau wasir telah mempengaruhi hidup dari jutaan orang dari berbagai kalangan dan kelas sosial. Penderita penyakit ambeien dapat dengan mudah kita temui dalam sehari-hari. Beberapa orang mungkin keluarga kita, teman, atau rekan satu kantor. Penderita penyakit ambeien mengalami penurunan kualitas hidup yang drastis. Mereka mengalami nyeri berkepanjangan baik ketika duduk, berdiri, buang air besar, bahkan ketika tidur. Penyakit ambeien menjadi salah satu alasan utama penderita untuk mengunjungi dokter spesialis bedah saluran cerna.

Walau demikian, penyakit ambeien adalah hal yang masih sering membuat orang salah paham. Selain karena anggapan negatif tentang penyakit ini, juga karena beberapa hal yang masih belum diketahui dengan pasti tentang penyakit ambeien. Berikut adalah penjelasan tentang penyakit ambeien yang harus Anda ketahui.

Apakah itu Ambeien?

Ambeien adalah istilah dalam ilmu kedokteran untuk menyebut jaringan yang berisi pembuluh darah yang melintang sepanjang kanal anal hingga anus. Kanal anal merupakan cincin otot yang bertugas untuk mendorong keluarnya kotoran hasil pencernaan atau feses dari rektum dan merelaksasi rektum setelah keluarnya kotoran tersebut. Sedangkan rektum sendiri adalah saluran berotot dengan panjang sekitar 20 cm yang menghubungkan usus besar dengan anus.

Pada rektumlah sampah hasil pencernaan atau feses disimpan sementara waktu hingga akhirnya dibuang melalui anus. Ketika rektum telah penuh, maka dinding-dinding pada rektum akan memberikan rangsangan ke otak untuk melakukan proses defekasi atau yang kita kenal buang air besar (BAB). Anus merupakan organ pencernaan terakhir yang menjadi saluran pembuangan dari limbah hasil pencernaan makanan, feses, dan gas dari tubuh.

Pada sistem pembuangan ini, ambeien berfungsi layaknya bantalan yang memudahkan otot-otot pada rektum mendorong keluar feses melalui anus dan menutup kembali saluran anus setelah pembuangan tersebut. Ia kemudian disebut penyakit ambeien karena terjadi ketika ada aktivitas peningkatan tekanan darah di area anus dan rektum sehingga yang pada awalnya bantalan malah menjadi peradangan atau pembengkakan.

Ketika ambeien mengalami peradangan, muncul rasa nyeri terus menerus. Ini adalah salah satu akibat dari feses yang ditampung di dalam rektum dengan ambeien yang meradang. Pada beberapa kasus, ketika ambeien membengkak maka ia tidak berfungsi dalam membantu menutup anus setelah defekasi bahkan ambeien malah keluar dari anus.

Penyakit ambeien terdiri dari dua jenis yaitu ambeien dalam atau ambeien internal dan ambeien luar atau ambeien eksternal. Ambeien dalam terjadi di dalam anus dan melintang sepanjang rektum. Perdarahan tanpa rasa sakit cenderung terjadi ketika peradangan berlangsung pada ambeien dalam. Darah akan keluar ketika ada pergerakan dari perut akibat mengejan.

Terkadang, darah ini menetes begitu saja sehingga menimbulkan bercak pada pakaian dalam. Warna darah yang keluar berwarna merah segar. Ambeien dalam barulah menimbulkan rasa nyeri yang tidak tertahankan ketika prolaps atau bengkak yang turun ke bawah mengarah ke anus. Bahkan ambeien dapat keluar dari anus.

Ambeien luar atau eksternal adalah gumpalan yang terlindungi oleh kulit sensitif di sekitar anus. Nyeri yang hebat akan terasa ketika terjadi pembekuan darah pada gumpalan tersebut. Akibat dari pembekuan darah ini adalah gumpalan menjadi bengkak dan keras. Perdarahan baru terjadi pada ambeien luar ketika gumpalan tersebut pecah. Ambeien luar yang membengkak apabila dibiarkan maka akan menonjol keluar secara perlahan-lahan.

Awalnya, ambeien luar yang menonjol ini dapat masuk sendiri secara langsung begitu penderita selesai BAB. Ketika ia terus dibiarkan tanpa pengobatan maka lama-kelamaan ambeien tersebut tidak dapat masuk ke anus dengan sendirinya sehingga harus dibantu dengan mendorong menggunakan tangan.

Kemudian, penyakit ambeien dikelompokkan berdasarkan stadium atau kegawatan yang sedang berlangsung. Tingkatan kegawatan dari penyakit ambeien diklasifikasikan:

  1. Stadium I berlangsung ketika terjadi pembengkakan kecil pada ambeien di dalam anus.
  2. Stadium II ketika pembengkakan pada ambeien yang mengakibatkan ia keluar dari anus bila mengejan.
  3. Stadium III apabila ambeien keluar dari anus saat mengejan dan harus dibantu dengan tangan atau alat untuk mengembalikannya ke dalam saluran anus.
  4. Stadium IV terjadi pembengkakan atau benjolan yang besar pada ambeien sehingga ia keluar dari anus dan tidak bisa dibantu dengan tangan atau alat untuk mengembalikannya.

Penyebab Ambeien

Belum terdapat penyebab pasti yang membuat seseorang menderita penyakit ambeien. Selain itu, penyebab ambeien ini sering mirip dengan penyebab penyakit pencernaan lainnya. Penyebab penyakit ambeien mulai dari makan-makanan yang pedas, terlalu lama mengejan saat buang air besar, hingga pemakaian obat-obatan pencahar.

Beberapa hal berikut dapat menjadi penyebab seseorang terkena penyakit ambeien, antara lain:

  1. Menstruasi.
  2. Gaya hidup yang mengakibatkan kurang gerak atau kurang olahraga.
  3. Olahraga tertentu seperti berkuda dan bersepeda.
  4. Pekerjaan tertentu yang mengharuskan seseorang duduk atau berdiri terlalu lama.
  5. Alkohol, kopi, dan makanan pedas.
  6. Penuaan.
  7. Keturunan.
  8. Kehamilan.
  9. Terlalu sering menggunakan obat pencahar atau enema.
  10. Sering mengejan ketika BAB.

Di antara penyebab-penyebab ambeien yang disebutkan di atas, penyebab seperti duduk atau berdiri terlalu lama dianggap paling berkontribusi sebagai penyebab dari penyakit ambeien. Ketika seseorang duduk atau berdiri terlalu lama maka menghasilkan tekanan yang besar kepada pembuluh-pembuluh darah yang berkaitan dengan sistem pembuangan seperti pembuluh darah pada kanal anal, rektum, dan anus. Aliran yang besar membuat pembuluh darah ini melebar kemudian dinding pembuluh darah menjadi tipis dan berdarah. Jika pelebaran pembuluh darah pada sistem pembuangan terus terjadi maka pembuluh darah ini akan menonjol keluar anus.

Gejala Ambeien

Gejala ambeien sering tidak disadari oleh penderita. Gejala ambeien kadang muncul lalu kadang hilang. Pada gejala ambeien ringan, ia akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Terdapat sekitar 40 persen dari penderita ambeien bersifat asimtomatik atau tidak mengalami gejala ambeien sama sekali. Selain itu, beberapa gejala ambeien mirip dengan penyakit lain seperti luka pada dinding anus, penonjolan pada dinding rektum, abses, inflammatory bowel disease (IDB), dan neoplasia. Namun, apakah Anda mengalami BAB berdarah atau rasa panas yang sangat ketika duduk? Ini mungkin saja gejala ambeien.

Berikut gejala ambeien yang sering dirasakan oleh penderita.

  1. Nyeri pada anus.
  2. Rasa gatal atau iritasi pada bagian sekitar anus.
  3. Rasa tidak nyaman dan terbakar ketika duduk.
  4. Perdarahan ketika buang air besar dengan darah yang keluar berwarna merah segar.
  5. Terjadinya satu atau lebih penggumpalan di sekitar anus, kadang penggumpalan terasa empuk atau malah nyeri.

Pantau kondisi yang berlangsung ketika gejala ambeien terjadi. Jika terjadi kekambuhan pada gejala ambeien, maka segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Siapa Saja yang Mungkin Terkena Ambeien?

Penyakit ambeien sangat mudah ditemui dalam keseharian. Ada jutaan orang yang tersebar di seluruh dunia mengalami penyakit ini. Penyakit ambeien berada pada urutan ke-empat penyakit pencernaan yang paling banyak dikeluhkan di Amerika Serikat. Siapa pun dapat terkena penyakit ambeien dengan tidak ada pembedaan antara jenis kelamin perempuan atau laki-laki.

Pada rentang usia, ambeien lebih banyak terjadi pada lanjut usia dengan umur 50 tahun ke atas. Ini mungkin terjadi karena semakin menurunnya fungsi organ-organ di dalam tubuh akibat penuaan. Sekarang, ambeien semakin merata pada rentang usia karena seringnya tanpa disadari telah melakukan aktivitas-aktivitas yang menjadi penyebab ambeien. Aktivitas-aktivitas ini seperti duduk atau berdiri terlalu lama, makan-makanan pedas, dan gaya hidup kurang gerak.

Ibu Hamil

Pada kondisi khusus seperti ibu hamil, penyakit ambeien tidak dapat dihindari. Ketika hamil terutama pada kehamilan trimester kedua dan ketiga, ukuran rahim menjadi semakin membesar setiap harinya sehingga menekan pembuluh balik bawah dan pembuluh darah panggul.

Beberapa hal berikut dialami oleh ibu hamil ketika terjadi penyakit ambeien, yaitu:

  1. Meningkatnya hormon progesteron yang mengakibatkan sembelit dan membuat kerja pencernaan lebih pelan dibandingkan saat kondisi normal.
  2. Sensasi gatal dan panas di sekitar area dubur.
  3. Gerakan mengejan akibat kerja usus yang terhambat.
  4. Pendarahan yang terjadi jika mengejan.
  5. Rasa nyeri pada anus.
  6. Benjolan yang teraba oleh tangan saat selesai buang air besar.

Umumnya, hal-hal yang dijelaskan di atas akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu selesai melahirkan. Konsultasikan kondisi Anda kepada dokter ketika menemukan hal-hal di atas pada saat hamil dan setelah melahirkan. Konsultasi awal akan membantu dokter untuk melakukan tindakan cepat dan tanggap mengatasi penyakit ambeien pada ibu hamil.

Pemeriksaan Penyakit Ambeien

Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan ketika Anda mulai merasakan gejala-gejala ambeien. Belum tentu rasa nyeri yang berlebihan ketika Anda duduk atau darah segar yang keluar ketika Anda BAB disebabkan oleh penyakit ambeien. Berkunjunglah ke dokter untuk mengetahui lebih pasti apakah Anda mengalami penyakit ambeien atau tidak. Dokter akan memeriksa riwayat penyakit, riwayat kesehatan keluarga, dan pengecekan fisik pada kondisi tubuh Anda. Beberapa hal berikut akan dilakukan oleh dokter untuk mengetahui lebih lanjut tentang kondisi kesehatan ambeien Anda.

  • Digital rectal exam (DRE) atau colok dubur.

    Beberapa orang enggan ke dokter untuk melakukan pemeriksaan karena merasa malu dengan metode pemeriksaan yang akan dilakukan. Pemeriksaan yang dilakukan dengan cara memasukkan jari atau alat ke dalam anus penderita.

    Anda tidak perlu merasa malu atau khawatir karena pemeriksaan ini bukan semata-mata dokter mencolokkan sesuatu ke dalam dubur. Colok dubur sebagai contoh adalah proses yang sangat membantu dokter untuk mengidentifikasi langsung penyakit yang berkaitan dengan rektum, anus, prostat, kelenjar di bawah kandung kemih pria (vesikula seminalis), kandung kemih, dan area kulit antara vagina dengan anus (perineum).

    Proses ini pun memiliki tahapan yang prosedural. Dokter harus menaati tiap-tiap tahapan dan kebersihan prosedurnya. Sebelum memasukkan jari telunjuknya, dokter menggunakan sarung tangan dan melumuri jari telunjuk dengan pelumas agar memudahkan pemeriksaan dan membantu mengurangi rasa sakit atau rasa tidak nyaman pada penderita.

    Berikut proses dari colok dubur:

    1. Dokter melumuri jari telunjuk pada sarung tangan dengan jelly pelumas.
    2. Dokter memperingatkan terlebih dahulu bahwa ia akan memasukkan jari telunjuknya untuk pemeriksaan.
    3. Dokter akan meletakkan jari menuju ke bagian permukaan anus dan menekan pada pertengahan anus.
    4. Dokter akan menekan jari telunjuknya hingga masuk ke dalam anus dengan tekanan yang tetap.
    5. Selanjutnya jari diputar 360 derajat untuk menilai keseluruhan rektum.
    6. Dokter akan mencatat lokasi dan tekstur dari dalam rektum jika teraba bagian permukaan yang tidak rata.
    7. Lalu, dokter akan menilai apakah feses di dalam rektum tersebut keras atau lembut.
    8. Setelah pemeriksaan selesai, dokter akan menarik jari telunjuknya secara perlahan.
    9. Dokter akan melakukan inspeksi sarung tangan setelah jari periksa ditarik. Inspeksi dilakukan untuk melihat apakah terdapat ikutan darah, lendir, atau feses pada sarung tangan.
    10. Dokter akan membersihkan bagian luar dari anus yang diperiksa kemudian memberikan privasi kepada penderita untuk berpakaian kembali.
    11. Dokter membuang sampah klinis setelah pemeriksaan.

    Pada saat colok dubur, dokter Anda mungkin akan mengambil darah, tinja, atau lendir yang menempel pada sarung tangan untuk dijadikan sampel jaringan. Sampel ini dikenal dengan nama biopsi. Ia kemudian diteliti lebih lanjut untuk mengetahui secara lebih komprehensif tentang kondisi penderita.

  • Pemeriksaan visual dengan anoskopi, proktoskopi, atau sigmoidoskopi fleksibel.

    Jika dokter masih ragu dengan kondisi yang dialami oleh penderita, maka selanjutnya dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan visual. Ia disebut sebagai pemeriksaan visual karena menggunakan alat untuk mendapatkan visual atau gambar langsung dari keadaan organ yang diperiksa. Dokter akan memilih pemeriksaan visual sesuai dengan dugaan kondisi yang sedang dialami oleh penderita. Prosedur pemeriksaan visual yaitu dokter memasukkan alat khusus berbentuk selang plastik lentur.

    Pada bagian ujung selang ini terpasang kamera untuk mengirim gambar keadaan di dalam organ tubuh secara real time ke monitor. Pada ujungnya juga terdapat sumber cahaya agar visual atau gambar yang dihasilkan terlihat lebih jelas. Alat ini dimasukkan ke dalam tubuh melalui lubang anus. Tujuan utama pemeriksaan visual untuk memastikan apakah yang sedang terjadi adalah ambeien dalam atau internal atau robekan pada lapisan anus (anal fissure) atau hal lainnya seperti kanker usus.

    Beberapa pemeriksaan visual seperti:

    1. Anoskopi adalah tes untuk memeriksa rongga saluran antara anus dan rektum. Nama alat dari anoskopi disebut dengan anoskop.
    2. Proktoskopi adalah tes untuk memeriksa kanal anus yang merupakan bagian akhir dari rektum sebelum anus. Tes ini menggunakan alat namanya proktoskop.
    3. Sigmoidoskopi fleksibel adalah pemeriksaan pada bagian ujung usus besar, yang terdiri dari rektum, kolon sigmoid, dan anus. Nama alatnya sigmoidoskop.
    4. Kolonoskopi adalah tes untuk memeriksa organ usus secara lebih luas. Nama alatnya yaitu kolonoskop.

    Sebelum pemeriksaan visual dilakukan, penderita haruslah mengosongkan perutnya terlebih dulu agar gambar yang dihasilkan real time dari organ sistem pembuangan tanpa ada sisa-sisa pengolahan makanan yang tersimpan di rektum. Terkadang, dokter akan memberikan obat pencahar untuk memastikan tidak hanya anus yang kosong tetapi juga perut dan usus benar-benar kosong.

  • Pemeriksaan dengan kolonoskopi.

    Walaupun kolonoskopi termasuk salah satu jenis pemeriksaan visual, tetapi ia baru dilakukan ketika dokter masih ragu dengan diagnosa yang diambil setelah dilakukan anoskopi, proktoskopi, atau sigmoidoskopi fleksibel. Kolonoskopi umumnya direkomendasikan pada penderita dengan usia lanjut yaitu 50 tahun ke atas karena pada usia tersebut rentan mengalami berbagai kondisi medis pada saat bersamaan. Kolonoskopi terutama dilakukan untuk membedakan gejala-gejala yang timbul dengan kemungkinan penderita mengalami penyakit lainnya yang lebih serius seperti kanker usus atau anus. Pada proses kolonoskopi, penderita akan dibius melalui pembuluh darah. Obat bius ini akan membuat pasien tenang dan terkadang mengantuk guna memudahkan proses pemeriksaan.

    Melalui pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dokter akan mendapatkan data seperti jenis ambeien yang sedang diderita (apakah ambeien dalam atau ambeien luar atau keduanya), ukuran dari ambeien, kondisi aktual (apakah ambeien berdarah atau tidak), serta informasi-informasi penunjang berkaitan dengan kesehatan anus dari penderita.

    Sebelum memutuskan berbagai proses pemeriksaan tersebut, bertanyalah untuk hal-hal yang Anda bingungkan dan sampaikan segala kekhawatiran Anda agar muncul rasa nyaman dan tidak malu ketika proses pemeriksaan berlangsung. Ketika Anda khawatir, maka sering terjadi salah hasil pemeriksaan dari dokter karena Anda bergerak-gerak. Gerakan-gerakan akibat risih atau tidak nyaman juga dapat melukai anus Anda.

Cara Mengobati Ambeien

Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, dokter kemudian mengeluarkan diagnosa terkait penyakit ambeien yang sedang dialami. Cara mengobati ambeien yang dipilih akan menyesuaikan dengan tipe dan kegawatan dari penyakit ambeien yang dialami oleh pasien.

Cara mengobati ambeien antara lain dengan:

  1. Penyesuaian pola dan asupan makanan dengan meningkatkan asupan makanan berserat dan minum air putih untuk melunakkan feses.
  2. Pemberian obat-obatan seperti obat minum yang mengandung flavonoid, obat suppositoria, obat oles, atau salep.
  3. Bedah rawat jalan seperti ligasi, skleroterapi, dan terapi koagulasi (infra merah, laser, atau panas).
  4. Operasi bedah rumah sakit.

Dokter akan meresepkan obat ambeien minum, obat suppositoria, atau obat salep jika kondisi penyakit ambeien masih dirasa ringan. Kondisi ringan dari penyakit ambeien ini seperti rasa nyeri yang hilang timbul pada bagian anus disertai rasa terbakar atau gatal.

Obat ambeien minum yang diberikan biasanya mengandung flavonoid. Obat yang mengandung flavonoid di daerah Asia dan Amerika disebutkan dengan label MPFF (Micronized Purified Flavonoid Fraction). Obat ambeien yang mengandung flavonoid dapat membantu mengurangi risiko perdarahan, nyeri yang terus-menerus dan tak tertahankan, rasa gatal, dan kemungkinan untuk kembali munculnya penyakit ambeien. Flavonoid di dalam obat didapat dari proses ekstrak dari buah-buahan, sayuran, dan sereal. Citrus sinensis (jeruk) dianggap sebagai sumber ekstrak terbaik karena menghasilkan jumlah ekstrak yang jauh lebih banyak dan kandungan flavonoid yang lebih baik dibandingkan buah lainnya yang juga mengandung flavonoid semisal apel.

Obat ambeien lainnya seperti obat suppositoria atau disebut obat peluru. Obat suppositoria adalah obat padat berbentuk peluru yang dimasukkan ke dalam anus atau rektum untuk meredakan nyeri tak tertahankan akibat peradangan pada organ tersebut. Ia dimasukkan ke dalam anus atau rektum agar dapat diserap langsung oleh pembuluh darah yang meradang. Ia akan hancur atau larut sendirinya akibat suhu tubuh. Pemakaian obat suppositoria biasanya diresepkan untuk dipakai menjelang tidur pada malam hari agar tidak bergeser akibat gerakan. Obat suppositoria bukan untuk diminum. Jadi, jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jika tertelan, maka segera hubungi dokter.

Selain obat suppositoria, dokter mungkin meresepkan obat salep untuk dioles pada bagian kulit luar dari anus. Tujuan obat salep hampir sama dengan suppositoria yaitu meredakan rasa nyeri akibat pembengkakan yang terjadi. Biasanya, obat salep ini mengandung steroid yaitu jenis kortikosteroid. Obat salep ini akan menekan fungsi imun dan mempersempit jaringan pembuluh darah pada ambeien yang membengkak. Dokter biasanya meresepkan penggunaan obat salep sekitar satu minggu karena penggunaan obat salep dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan penipisan pada kulit dan iritasi di sekitar anus.

Beberapa kriteria berikut bisa Anda pertimbangkan ketika memilih obat ambeien:

  1. Bahan yang digunakan aman untuk tubuh.
  2. Telah melalui uji klinis dan terbukti aman.
  3. Direkomendasikan oleh dokter dan ahli kesehatan.

Segeralah berkonsultasi ke dokter jika kondisi penyakit ambeien yang dirasa tidak mengalami perbaikan. Jangan menunggu hingga dia terasa sangat menyakitkan. Dokter akan memberikan langkah selanjutnya yang baik untuk kondisi tubuh Anda seperti melakukan bedah rawat jalan.

Jika pemberian obat tidak dapat mengatasi ambeien Anda, maka dokter akan menyarankan bedah rawat. Bedah rawat jalan yang dimaksud adalah prosedur operasi minor untuk penanganan pertama ketika penyakit ambeien menyebabkan perdarahan yang terus-menerus kepada pasien. Pemberian anestesi tidak dilakukan pada proses bedah rawat jalan karena dianggap sebagai operasi minor. Pasien pun tidak diharuskan menginap di rumah sakit setelah dilakukan bedah rawat jalan. Tindakan bedah rawat jalan pun dapat dilakukan pada klinik pribadi dokter.

Beberapa tindakan bedah rawat jalan, seperti:

  1. Ligasi
  2. Skleroterapi
  3. Terapi koagulasi

Pada prosedur ligasi, dokter akan mengikat pembuluh-pembuluh darah yang membengkak pada ambeien dalam. Pengikatan dilakukan untuk menghentikan tekanan aliran darah pada pembuluh-pembuluh darah yang membengkak ini. Karena tidak adanya darah yang mengalir ke pembuluh darah, lama-kelamaan pembuluh darah yang membengkak menjadi menyusut. Penderita akan mengalami rasa tidak nyaman dan nyeri selama beberapa hari setelah proses ligasi. Prosedur ini dianggap sebagai prosedur bedah rawat jalan yang paling sering berhasil mengatasi penyakit ambeien dibandingkan prosedur lainnya.

Dokter menyuntikkan cairan obat khusus ke ambeien yang membengkak jika prosedur pengobatan dilakukan dengan skleroterapi. Obat ini akan membantu untuk meredakan peradangan yang menyebabkan terjadinya pembengkakan pada ambeien. Prosedur skleroterapi dianggap kurang efektif dibandingkan ligasi karena sangat memungkinkan untuk terjadinya kekambuhan setelah prosedur skleroterapi dilaksanakan.

Koagulasi adalah prosedur bedah rawat jalan dengan cara menembakkan sinar infra merah ke bagian ambeien yang meradang untuk membuat ambeien dalam menjadi keras lalu mengkerut. Aliran darah ke ambeien dalam akan berhenti mengalir ketika ia menjadi keras dan mengkerut sehingga ambeiennya akan sembuh dengan sendirinya setelah itu.

Jika prosedur bedah rawat jalan tidak mampu mengatasi penyakit ambeien dan dokter merasa bahwa pembengkakan ambeien tersebut terlalu besar, maka dilakukan cara berikutnya yaitu operasi bedah rumah sakit. Prosedur operasi bedah rumah sakit dianggap sebagai cara pengobatan terakhir. Dokter akan sangat mempertimbangkan tindakan-tindakan lain yang mungkin bisa diambil sebelum memutuskan operasi bedah rumah sakit. Pertimbangan ini terutama untuk orang lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit khusus. Proses operasi dapat menimbulkan kondisi rawan karena yang dilakukan adalah proses operasi besar.

Sedangkan, kondisi organ tubuh mereka sebelum operasi tidak berfungsi dengan maksimal. Pada operasi bedah rumah sakit, prosedur melibatkan pembiusan dan penderita sebaiknya menginap di rumah sakit setelah operasi. Beberapa prosedur operasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi ambeien, yaitu:

  • Hemoroidektomi

    Operasi memotong pada sebagian daerah sekitar anus dengan tujuan mengangkat ambeien yang membengkak. Dokter terlebih dulu mengikat pembuluh darah yang membengkak supaya mencegah terjadinya perdarahan hebat. Pada proses hemoroidektomi, dokter akan melakukan pembiusan umum agar pasien tertidur dan tidak merasakan sakit sepanjang proses operasi. Prosedur hemoroidektomi dianggap sebagai prosedur paling ampuh untuk mengatasi ambeien yang keluar dari anus dan tidak dapat masuk kembali ke dalam anus. Setelah dioperasi, pasien membutuhkan waktu lebih dari 2 minggu untuk masa pemulihan. Pasien juga akan mengalami nyeri hebat setelah operasi. Pasien akan diberikan obat pereda nyeri dan dianjurkan untuk merendamkan bagian pantatnya dengan air hangat atau mengkompres dengan es batu bagian sekitar anus untuk mengatasi rasa nyeri pasca operasi.

  • Stapling

    Operasi dengan cara menjepit bagian dari anorektum atau bagian terakhir dari usus besar agar menghentikan aliran darah menuju ambeien dalam yang meradang. Prosedur stapling dianggap lebih nyaman dibandingkan hemoroidektomi karena lebih tidak nyeri dan memungkinkan penderita untuk pulang lebih cepat pasca operasi. Namun, tingkat kekambuhan dari penyakit ambeien lebih sering terjadi pada penderita yang menjalani prosedur stapling dibandingkan hemoroidektomi.

Berkonsultasilah dan tanyakan akan setiap kekhawatiran atau keraguan Anda ketika menjalani proses penyembuhan dari penyakit ambeien. Apalagi jika dokter Anda memasukkan operasi bedah dalam daftar tindakan pengobatan. Komplikasi seperti perdarahan, nyeri berkepanjangan, bahkan infeksi darah atau sepsis mungkin terjadi dalam masa pengobatan.

Cara Mengatasi Ambeien di Rumah

Nyeri yang berkepanjangan pada bagian sekitar anus menjadi masalah yang sering membuat penderita bingung. Hal ini banyak terjadi pada penderita ambeien ringan atau yang baru saja menjalani operasi. Ini mungkin juga terjadi pada Anda. Anda merasa terlalu berlebihan untuk ke dokter tapi ingin mengurangi rasa nyeri yang ada.

Tips-tips berikut bisa dilakukan di rumah sebagai cara mengatasi ambeien ringan dan pasca operasi.

  1. Perbanyak konsumsi makanan berserat tinggi.
  2. Sitz bath atau merendamkan bagian anus selama 10-15 menit hingga 2 sampai 3 kali dalam sehari.
  3. Jaga kebersihan anus.
  4. Kompres bagian anus dengan es batu.
  5. Olahraga dengan memfokuskan kepada gerakan yang menjaga pergerakan otot dan sistem pencernaan.

Penting untuk menjaga pola makan dengan memastikan asupan makanan berserat tinggi bagi penderita ambeien. Makanan-makanan berserat tinggi seperti pisang, bayam, pepaya, alpukat, kacang hijau, dan gandum sangat mudah didapat. Mengkonsumsi makanan berserat tinggi akan membantu melunakkan feses sehingga Anda tidak perlu mengejan setiap BAB. Jika Anda merasakan nyeri ambeien yang mengganggu maka Anda bisa melakukan sitz bath atau mengkompres bagian anus dengan es batu.

Pastikanlah kebersihan anus setelah buang air besar terutama bagi penderita yang telah menjalani operasi bedah rawat jalan atau bedah rumah sakit. Rasa gatal dan terbakar yang terjadi di sekitar anus sering diakibatkan oleh kurang bersihnya kondisi anus karena darah atau lendir yang keluar sendirinya dari anus. Gantilah pakaian dalam beberapa kali sehari untuk memastikan kebersihan dari daerah sekitar anus.

Jangan lupa untuk olahraga seperti joging, aerobik, atau senam ringan lainnya untuk menjaga kelancaran peredaran aliran darah pada tubuh. Hindari olahraga yang memaksa kerja perut dan menghasilkan efek mengejan secara tidak langsung seperti angkat beban dan olahraga berat lainnya. Efek mengejan atau memberikan beban berlebihan kepada perut akan memacu aliran darah berlebih ke anus sehingga dapat mengakibatkan kekambuhan pada ambeien.

Kapan Anda Harus Menemui Dokter

Seperti pemaparan sebelumnya, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter jika merasakan tanda atau gejala ambeien. Jika gejala masih dirasa ringan, Anda dapat mengkonsumsi obat ambeien (wasir) yang disediakan di apotek-apotek. Beberapa obat dapat membantu menyembuhkan gejala-gejala dari penyakit ambeien yang sedang terjadi. Gejala ambeien ringan seperti timbulnya rasa nyeri yang kadang terasa dan kadang tidak ketika BAB.

Hal paling penting ketika mengkonsumsi obat yang dibeli di apotek adalah memastikan telah membaca aturan pakai obat. Bacalah aturan pakai dari penggunaan obat ambeien sebelum dikonsumsi agar obat lebih efektif bekerja bagi tubuh. Anda juga dapat melakukan cara-cara mengatasi ambeien di rumah seperti yang dijelaskan di atas dengan tetap meminum obat yang dibeli di apotek. Jika ditangani dengan tepat maka penyakit ambeien akan sembuh dengan sendirinya setelah satu minggu.

Jika kondisi tidak kunjung membaik, segeralah menemui dokter untuk konsultasi dan penanganan yang cepat dan tepat. Contoh kondisi ambeien yang tidak kunjung membaik seperti perdarahan ketika BAB atau nyeri yang terus berkelanjutan pada anus walau sedang tidak duduk. Selain itu, kunjungilah dokter jika gejala ambeien terasa kambuh-kambuhan. Anda dapat membantu dokter dengan menulis apa saja yang Anda rasakan sejak awal Anda mengalami gejala ambeien hingga waktu sebelum kunjungan. Anda juga sebaiknya mencatat makanan apa saja yang dikonsumsi dan aktivitas apa saja yang dilakukan. Catatan yang Anda buat akan sangat membantu dokter merunut sejarah dari gejala ambeien yang Anda alami. Tentunya, dokter dapat memberikan penanganan yang lebih baik ketika mendapatkan informasi yang cukup.

Sumber:

  1. American Gastroenterological Association, ‘American Gastroenterological Association Technical Review on the Diagnosis and Treatment of Hemorrhoids’ [2014], Gastroenterology, 126
  2. Caroline Sanchez and Bertram T. Chinn, ‘Hemorrhoids’ [2011], Clinics in Colon and Rectal Surgery, 24
  3. Danny Jacobs, ‘Hemorrhoids’ [2014], The New England Journal of Medicine, 371:30
  4. Stanford Health Care, Hemorrhoid Information and Treatment: Stanford University Section of Colon and Rectal Surgery.
  5. Southern Cross Medical Library, Haemorrhoids (Piles) – Symptoms and Treatment.
  6. Varul Lohsiriwat, ‘Hemorrhoids: from Basic Pathophysiology to Clinical Management’ [2012], Word Journal of Gastroenterology, 18 (17)
  7. _____________, ‘Treatment of Hemorrhoid: A Coloproctologist’s View’ [2015], Word Journal of Gastroenterology, 21 (31)
  8. Zhifei, Sun and John Migaly, ‘Review of Hemorrhoid Disease: Presentation and Management’ [2016], Clinics in Colon and Rectal Surgery, 29
  9. https://www.alodokter.com/kolonoskopi-ini-yang-harus-anda-ketahui
  10. https://www.healthline.com/health/anoscopy
  11. https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/pilihan-obat-ambeien-ampuh/
  12. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemorrhoids/diagnosis-treatment/drc-20360280

2024